Manusia yang berkehendak tapi Tuhan yang menentukan. Itu yang terjadi di dunia, saat manusia menginginkan kedamaian diatas bumi, kenapa masih ada orang yang merusak kedamaian tersebut. Hilangkah rasa manusiawi dia saat melihat saudaranya bahagian menikmati hidup yang telah diberikan oleh Yang Kuasa. Dengan dalih perjuangan seorang harus menghilangkan nyawa orang lain.
Manusia diciptakan sebagai kholifah di bumi, bukan sebagai perusak seperti apa yang dikwatirkan malaikat, meski manusia punya nafsu. hendaknya pula dia belajar menahan hawa nafsu tersebut. Karna seperti yang kita tahu bahwa hawa nafsu itu membawa kejelekan bagi kehidupan kita.
Buat Saudaraku, Islam datang dengan damai, Islam datang sebagai Rohmatan lil’alamin bukan mufsidan lil ‘alamin, dan tidak ada unsur paksaan di dalamnya. Jangan dibuat orang-orangnya sebagai kambing hitam pada setiap kasus kerusuhan. Jangan sampai Islam dianggap sebagai Agama yang ekstrim, dimana setiap permasalahan harus diselesaikan dengan peperangan atau teror, itu bukan ajaran yang di sampaikan Rasulullah SAW. Kalaupun dijaman Rasul banayk terjadi peperangan, itu suatu pembelaan bukan penyerangan. Jadi kenapa harus menyerang kalau kita tidak pada situasi perang.
Tidakah kita lihat korban-korban bergelimpangan…… itu semua juga saudara kita. Meski itu beda keyakinan namun juga tetap makhluknya Allah. banyangkan jika itu adalah keluarga kita, apa kita tidak sedih dibuatnya.
Tentang apa yang telah dibuat oleh mereka pada saudara-saudara kita di Palestina….kita percaya Bahwa Allah tidak pernah lengah pada setiap desah nafas hamba-Nya.
Kapan ada damai di bumi sementara rasa iri dengki masih menyelimuti hati. Kapan datang rasa tenang sementara kita seolah dalam suasana perang.