17-an, itulah kegiatan tahunan yang selalu diperingati oleh bangsa Indonesia. Bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah terlepas dari belenggu penjajah. Rasa suka dan gembira di ekspresikan lewat berbagai bentuk kegiatan, mulai dari lomba Balap Karung sampai Jalan Sehat hampir setiap desa bahkan hampir disetiap gang di kota mengadakan kegiatan ini.

Memang animo masyarakat kepada kegiatan 17-an masih sungguh luar biasa. Dan yang paling dinanti oleh masyarakat biasanya pada saat pesta hiburan. di mana pihak Panitia terkadang harus mengadakan panggung hiburan, dimana panggung hiburan ini selalu mengundang artis-artis, baik lokal maupun luar daerah. hal ini menjadi kesempatan buat artis-artis untuk mendapat rejeki di bulan agustus. lebih-lebih artis yang sudah punya nama di telinga masyarakat.

Dan untuk membuat artis laris manis terkadang seorang artis tidak membutuhkan suara yang mumpuni. Bahkan hanya dengan bermodalkan “goyang” yang agak gimanaaaaaa gitu ! …..justru akan membuat artis lebih banyak dikenal oleh orang.
Dimana-mana panggung hiburan, di situlah rejeki akan mengalir……….tapi mbok jangan jorok donk goyangnya! karena disitu banyak anak-anak yang menonton. hal ini sedikit banyak akan berpengaruh pada perkembangan jiwa anak yang lagi nonton. alias cepet gede..he….hee….heeee…
Tujuhbelasan juga tidak hanya membawa berkah bagi para artis lokal, namun dari para penjaja makanan kecil alias “Bakul Pentol Dkk” juga mendatangkan rijeki yang berlimpah. dari setiap kegiatan yang ada selalu dibanjiri oleh ibu-ibu maupun anak-anak. Dan dari mereka yang ada akan mendatangkan rejeki dari penjualan makanan yang dijualnya. Hal ini dangap wajar karena dari setiap kegiatan yang ada membutuhkan tenaga yang terkadang perlu tenaga ekstra, sehingga selepas kegiatan mereka yang mengikuti akan merasa haus atau kadang lapar. nah untuk menggajal perut yang lagi lapar atau tenggorakan yang kekeringan mereka mulai bergerilya mencari penjaja jajan.