Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1430 H jatuh pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2009. Sedangkan Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H jatuh pada hari Minggu, tanggal 20 September 2009.
Ini berarti maju satu hari dari jadwal yang ada di tanggalan atau kalender nasional di mana disebutkan Idul Fitri jatuh pada hari Senin 21 September 2009.
Anggota Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof DR Yunan Yusuf, Minggu kepada Pos Kota , mengungkapkan keputusan Muhammadiyah dalam penentapan awal Ramadhan dan awal Syawal melalui rapat Majelis Tarjih Muhammadiyah.
“Penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal itu berdasarkan hisab hakiki yakni peredaran matahari,” kata Yunan .
Sebelumnya. PP Muhammadiyah juga telah mengeluarkan maklumat nomor 66/MLM/0.1/E/2009 tentang penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal.
Pemerintah sendiri melalui Departemen Agama belum menetapkan awal Ramadhan, karena akan melaksanakan Sidang Itsbat terlebih dahulu yang akan dihadiri organisasi kemasyarakatan Islam.

Yunan juga mengatakan kalau memang penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal ini memiliki perbedaan, maka dirinya menghimbau untuk menghormati perbedaan tersebut dan jangan sampai perbedaan menimbulkan perpecahan umat.
Di dalam maklumat tersebut dinyatakan bahwa ijtimak menjelang Ramadhan 1430 H terjadi pada hari Kamis Kliwon tanggal 20 Agustus 2009 M pukul 17:02:48 WIB. Data astronomis yang menjadi dasar penentuan tersebut adalah tinggi hilal pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (f = -07° 48¢ dan l = 110° 21¢ BT) = -01° 10¢ 20² (hilal belum wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam Hilal di bawah ufuk.

Sumber : http://www.poskota/