Timbulnya Ilmu Pengetahuan, disebabkan kebutuhan-kebutuhan manusia yang berkemauan hidup bahagia. Dalam mencapai dan memenuhi kebutuhan hidup itu, manusia menggunakan akal pikirannya. Mereka menengadah ke langit, memandang alam sekitarnya dan melihat dirinya sendiri. Dalam hal ini memang telah menjadi Quadrat dan Iradat Tuhan bahwa manusia memiliki sesuatu kebutuhan hidupnya.
Adapun ayat-ayat Al-Qur’an yang menyuruh berpikir, diantaranya adalah Surat Yunus (10) : 101 dan Ar-Ruum (30) : 8.
Hasil dari pemikiran manusia itu, maka lahirlah beberapa Ilmu pengetahuan seperti Ilmu pertanian, perikanan, humaniora, kesehatan, hukum sosial, Ilmu bahasa, Ilmu pasti dan teknologi (Iptek) dan sebagainya.
Ilmu pengetahuan itu bukanlah musuh atau lawan dari iman, melainkan penunjuk jalan yang membimbing kearah keimanan. sebagaimana kita ketahui, banyak ahli pengetahuan yang berpikir dalam, telah dipimpin oleh pengetahuannya kepada suatu pandangan bahwa di alam nyata ini ada kekuatan yang lebih tinggi, yang mengatur dan menyusunnya, memelihara segala sesuatu dengan ukuran dan perhitungan.
Herbert Spencer dalam tulisananya tentang pendidikan, menerangkan sebagai berikut :
Pengetahuan itu berlawanan dengan khurafat, tetapi tidak berlawanan dengan agama. dalam kebanayak ilmu alam kedapatan paham tidak bertuhan ( atheisme), tetapi pengetahuan yang sehatdan mendalami kenyataan, bebas dari paham yang demikian itu. Ilmu tidak bertentangan dengan agama. Mempelajari Ilmu itu merupakan ibadat secara diam, dan pengakuan yang membisu tentang keindahan sesuatu yang kita selidiki dan kita pelajari, dan selanjutnya pengakuan tentang kekuasaan Penciptaan-Nya. Mempelajari ilmu alam itu tasbih ( memuji Tuhan ) tapi bukan berupa ucapan, melainkan tasbih berupa amal dan menolong bekerja. Penengetahuan itu bukan mengatakan mustahil akan memperoleh sebab yang pertama, yaitu Allah “.

” Seorang ahli pengetahuan yang melihat setitik air, lalu dia mengetahuinya bahwa air itu tersusun dari oxygen dan hydrogen, dengan perbandingan tertentu, dan kalu kiranya perbandingan itu berubah, niscaya air itu akan berubah pula menjadi sesuatu yang bukan air. Maka dengan itu dia akan meyakini kebesaran Pencipta, kekuasaan dan kebijakan-Nya. Sebaliknya orang yang bukan ahli dalam ilmu alam akan melihatnya tidak lebih dari setitik air”.
Ilmu pengetahuan yang dilimpahkan kepada manusia, yang kebanyakan manusia menganggap banyak ilmu yang dimilikinya sehingga dalam hidupnya menjadi sombong, adalah sangat sedikit menurut pandangan Allah.