Sejarah kebudayaan tertua di afrika berkembang disepanjang sungai nil. Aliran Nil membentang dari pegunungan kilimanjoro (Negara Sudan Sekarang) samapi ke Laut Tengah. SUngai Nil tersebut telah memberikan kesuburan bagi lembah disepanjang aliran sungai. Sebagian besar lembah subur itu sejak dahulu dihuni masyarakat Mesir Kuno. Oleh karena itu, Mesir dikenal sebagai negeri hadiah sungai Nil. Di tanah subur itulah tumbuh peradaban yang mengagumkan dunia. Kira-kira pada Tahun 3000 SM raja-raja Mesir mulai membangun piramida-piramida. Bangunan-Bangunan itu terbuat dari batu denganbentuk yang sangat megah. Tentang teknik pembuatan dan tata cara organisasinya tidak banyak yang kita ketahui. Pembangunan ini merupakan suatu perkerjaan yang besar bagi kerajaan Mesir. Karena ini mempergunakan tenaga Rakyat. Rakyat pada saat itu sangat taat dan patuh terhadap pemerintahan (seorang raja biasabya dipandang sebagai penjelamaan dewa). Untuk pemujaan terhadap dewa matahari, masyarakat Mesir mendirikan Obelisk, yaitu tugu batu yang tinggi runcing dan bersegitiga. Pada bangunan obelisk banayk terdapat lukisn relief dan huru mesir kuno yang berbentuk tulisan gambar (pictografis) dan disebut tulisan hieroglyph. Selain obelisk, dimesi banyk terdapat bangunan-bangunan Perimida.
Piramida adalah kuburan raja-raja Mesir dan piramida yang terbesar adalah piramida raja Cheops dengan tingginya 137 meter. Didepannya terdapat patung sphinx yaitu seekor singga berkepala manusia. Pembuatan Piramida memakan waktu yang sangat lama.
Disamping bangunan-bangunan itu terdapat pula bangunan-bangunan istana raja serta bangunan kuil tempat pemujaan dewa-dewa yang serba terbuat dari batu-batu besar yang megah diantaranya adalah istana di Gezieh, Karnak-Luxor, Kuil Agung di Abu Sinbel, dan lain-lain.
Sumber sungai nil itu dari suatu mata air yang terletak jauh di tanah tinggi Afrika Timur. Sungai Nil mengalir keutara dan setiap tahun sekali mendatangkan banjir dan banjir itulah yang mengubah padang pasir menjadi lembah subur. Lembah – Lembah itu lebarnya 15 – 50 meter di muara sungai nil itu terdapat suatu delta yang luas dan disitulah terletaj kota-kota penting seperti Kairo, Iskandaria, Abukir, dan Rosetta.
Sejak zaman dahulu lembah-lembah sungai nil yang subur itu telah menarik perhatian masuia. dengan alat perlengkapannya yang terbuat dari batu, Manusia zamn kuno telah menetap di mesir dan mengusahakan pertanian. Mereka menanam jelai, sekoi, gandum dan bahan-bahan sandang. Untuk meningkatkan produksi, petani-petani mesir sudah membuat terusan-terusan danmengadan mengalir ke ladang-ladang mereka. juga waduk-waduk tempat menyimpan air bukanlah maslaah baru bagi mereka.
Di daerah Mesir dengan penghidupan pertanian, manusia benar-benar bergantung dari perairan sungai nil. Mereka hidup secara berkelompok dalam suatu daerah pertanian. Mereka saling membutuhkan dan saling memenuhi satu sama lainnya, maka hubungan kerjasama sangat dibutuhkan. Barangkali karena itulah sejak dahulu di Mesir sudah terbentuk organisasi masyarakat seperti desa-desa. Tiap desa dikepalai oleh kepala desa. mereka itulah yang menarik pajak dari petani dlam bentuk hasil bumi.