Sudah beberapa tahun ini TIK menjadi satuan mata pelajaran yang di ajarkan di sekolah. Yang mana hal ini mempengaruhi perkembangan TIK di Indonesia. Terbukti dengan kemampuan anak Sekolah dasar dalam pengolahan dan pengoperasian media TIK, khususnya komputer. Peralatan yang masih dianggap mahal oleh sebagian orang awam.
Dan dari banyak buku paket TIK hampir semua membahas tentang pengoperasian pada sistem operasi yang berbasis berbayar (baca:Win…). Padahal kita tahu taraf ekonomi bangsa Indonesia yang sebagian banyak adalah mereka yang berekonomi menengah kebawah. Sementara Sistem operasi yang berbayar masih terlalu mahal bagi mereka. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan pembajakan Pembajakan Software yang semakin merajalela……….
Bagaimana Tidak, jika untuk membeli Komputer saja mereka terkadang harus menabung beberapa bulan dulu bahkan bisa jadi tahunan. Apalagi untuk membeli sistem operasi yang berbayar? Maka jangan heran bila pembajakan software berkembang pesat di bumi indonesia. Sementara pembelajaran yang mereka terima di sekolah rata-rata berbasis pada software yang berbayar. Sehingga ketika menjumpai sistem operasi yang lain sperti Linux, FreeBSD atau sistem-sistem lain yang berbasis opensouse, mereka merasa seolah-olah belajar dari awal lagi. Sehingga mereka seperti orang yang kecanduan, Jika tidak menggunakan sistem operasi Windows mereka merasa kurang nyaman.
Jika hal ini tidak disadari oleh para guru TIK, maka sama juga Guru TIK menumbuh kembangbiakkan pembajakan di nusantara, karena mereka tetap memberi pembelajaran dengan mengacu pada sistem operasi yang berbayar. Padahal belum tentu mereka nanti bisa membeli sistem operasi yang mereka pelajari secara legal. Mau tidak mau mereka kan mencari CD bajakannya atau copy-paste karena dianggap lebih murah.
Dan tidak disadari juga bahwa Guru TIK juga telah menjadi bagian dari “Sales”nya Perusahaan “M” meski mereka tidak menerima bayaran dari pihak perusahaan, oleh karena mereka disetiap pertemuan jam pelajaran selalu mempromosikan bagaimana penggunaan sistem operasi tersebut, apa itu tidak menguntungkan bagi perusahaan……..????!!!! Maka akan lebih melekat lagi identitas “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” bagi guru TIK .