Dari Jendela terlihat deretan atap rumah yang berjubel memenuhi pemukiman, dan diatasnya menjulang antena-antena, entah itu antena TV, Radio bahkan para bola. Dari situ aku bisa mengatakan bahwa di dalam rumah itu sudah ada alat-alat teknologi. Aku coba mulai menghitung, 1…2…3….. entah berapa banyak aku mulai bingung, karena sudah mencapai 200-an.
Sekolompok anak sedang bermain di sekitar sebuah rumah. Ditangan mereka terdapat pedang-pedangan, adapula yang membawa pistol-pistolan, mereka bermain bagaikan adegan film laga yang sering muncul di TV.
Tiba-tiba terdengar tangisan yang melengking seperti kesakitan. sesosok perempuan datang dari sebuah rumah, entah apa yang diucapkan oleh perempuan itu, tapi yang jelas bukan membuat tangis anak itu mereda justru tangisnya kian terdengar. aku membatin kalau yang datang adalah ibu dari anak tersebut. Sambil memegang kepala bagian samping anak itu mengikuti sang perempuan tersebut yang terus menariknya, meski anak itu seperti menolak.
Kekerasan di dunia anak sudah tidak bisa di elakkan, apalagi bagi orang tua yang kurang memperhatikan perkembangan anak. Mulai dari aktivitas di rumah di lingkungan rumah bahkan disekolah.

Kecenderungan anak untuk meniru adalah wajar, tapi kurang wajar bila yang yang ditiru tidak sesuai dengan tingkatan usia. Dan banyak faktor yang mempengaruhi sikap yang kurang wajar pada anak :

Pertama : di dalam rumah, jika orang tua sering mengucapkan kata-kata yang tak pantas dan anak sering mendengar kata-kata tersebut, maka secara tidak langsung orang tua telah mengajarkan anak untuk berkata yang tidak pantas.

Kedua : Tontonan yang ditonton oleh anak, Kecenderungan pihak Televisi untuk mempertontonkan film-film kekerasan, perkelahian, sering berakibat fatal. Karena anak akan segera meniru tokoh-tokoh idola yang ada di film tersebut. Sehingga dalam dunia nyatanya mereka akan mengikuti polah tingkah tokoh idola mereka.

Hal ini jika terus menerus dibiarkan, sama juga mengembangkan karakter kekerasan di benak nak.
Maka sebagai orang tua harus pro aktif dalam mengawasi sekaligus membimbing anak.