Televesi merupakan media teknologi yang paling banyak dinikmati oleh masyarakat Indonesia, hampir disetiap atap rumah menjulang tinggi antena pesawat televisi. Ini menggambarkan bahwa masyarakat sudah banyak memiliki pesawat penerima siaran TV.

Ini juga seiring dengan dunia pertelevisian di indonesia yang semakin marak dengan hadirnya Perusahaan televesi swasta, dengan tingkat persaingannya. Baik merebut hati pemirsanya maupun merebut para pihak sponsor yang akan beriklan di media TV. Banyak program yang di sajikan dari pagi hingga malam hari. Sehingga mulai bangun tidur hingga akan tidur kembali, orang bisa menikmati siaran televisi.

Banyak ragam acara maupun periklanan yang disuguhkan yang bahkan terkadang diulang-ulang banyak berdampak khususnya terhadap anak-anak. Hal ini tak lepas dari segi kejiwaan anak yang lebih cenderung meniru. Jadi apa yang ada di TV anak akan lebih cepat meniru baik kata-kata maupun tingkah laku. Ini merupakan contoh nyata bahwa Media TV selain menjadi sarana hiburan juga akan bisa menjadi sarana pendidikan.

Jadi siaran TV hendaknya harus lebih banyak mempertimbangkan kepentingan pendidikan dari pada untuk kepentingan komersil. Karena terkadang program TV yang berlabel anak atau remaja seperti film-film kartun, sinetron-sinetron cenderung berisikan kekerasan, ataupun kepahlawanan bahkan terkadang bercerita tentang percintaan anak manusia yang sepatutnya belum dimengerti oleh anak.