Di rumah biasanya anak akan ditanya “diajar apa kamu di sekolah ?”. Pertanyaan semacam itu mungkin wajar bagi orang tua yang mempunyai anak yang masih sekolah, apa lagi anak tersebut masih terbilang baru masuk sekolah.

Dari pertanyaan orang tua diatas, bisa dikatakan tujuan orang tua menyekolahkan anak adalah untuk mendapat pengajaran, dan pengajaran hanya akan mendapatkan ilmu pengetahuan. Padahal pada dasarnya sekolah merupakan lembaga pendidikan. ….. dimana mendidik anak untuk yang lebih baik lebih diutamakan.

Jika dilihat dari arti kata pendidikan dan pengajaran hanya beda tipis namun arti terkandung didalamnya bisa tidak sama. Jika seorang guru mengajar dikelas dan memberikan pelajaran maka murid mendapatkan pengajaran, namun jika guru ketika mendapati muridnya tidur disaat mata pelajaran dan terus menegurnya ini yang disebut pendidikan. dimana mendidik anak untuk bersikap dan berperilaku yang baik dalam sebuah forum seperti forum kelas. Itu menunjukkan pendidikan lebih fokus kepada sikap dan perilaku peserta didik sementara pengajaran cenderung kepada ilmu pengatahuan yang bisa diampu oleh peserta didik.

Yang jadi pertanyaan sejauh mana dampak pendidikan khususnya di Indonesia terhadap peserta didik. Padahal tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan manusia seutuhnya dalam artian ilmu dan akhlaknya. Dan jika kita dengar bahkan kita sendiri lihat mereka yang terlibat tawuran alias perkelahian massal, pengerusakan fasilitas umum justru dari kalangan anak sekolah yang mana mereka juga menerima pendidikan. Kalau dibandingkan dengan anak sekolah jaman dulu, mungkin anak sekolah jaman sekarang lebih hebat dari segi keilmuan, tapi kalau dibandingkan dari segi moral…bisa kita perhatikan. Seberapa besar taat, patuh dan hormat anak sekolah terhadap guru mereka atau pun orang lain yang lebih tua dari mereka.

Sementara kelulusan siswa berdasarkan dari nilai mata pelajaran yang diujikan baik secara nasional maupun sekolah, yang mana itu baru lulus dari segi pengajaran sedang lulus pendidikan kapan diujikan. Dan dari kriteria kelulusan siswa yang ada yang disinggung hanya dari segi nilai mata pelajaran dan bukan nilai akhlak mereka. Apalagi jika ada lembaga pendidikan yang takut, tidak berani atau kwatir kalau peserta didiknya tidak lulus dalam ujian tersebut padahal kalau dilihat dari segi nilai akhlak peserta didik itu belum cukup untuk memenuhi kriteria lulus pendidikan.

Semuanya dikembalikan pada diri masing-masing mana yang lebih penting, pendidikan atau pengajaran. Dan ternyata menyadarkan diri sendiri itu lebih sulit dibandingkan menyadarkan orang lain. Karena proses mendidik itu adalah mendidik diri sendiri yang nantinya akan jadi suri tauladan dan panutan bagi peserta didik. Ini yang dimaksud mendidik dengan cara baik.


Kalau bukan diri kita yang mengawali, terus siapa lagi……Sebuah proses pembelajaran