Ujian, kata yang sering terdengar ditelinga, namun tidak banyak yang mendalami arti sebuah ujian itu sendiri. Apapun aktifitas kita sehari-hari selalu ada ujiannya. Dengan adanya ujian inilah orang akan bisa menilai kemampuan dirinya. karena ujian adalah proses penilaian kemampuan diri dalam menghadapi sebuah situasi.

Seorang pendidik baik guru maupun orang tua, dalam mendidik dan mengasuh anak juga akan menghadapi ujian. Kesabaran adalah materi utama yang diujikan dalam ujian tersebut. Sampai dimana batas kesabaran pendidik dalam mendidik dan mengasuh anak yang mempunyai karakter yang masing-masing mempunyai perbedaan. Tidak ada poin atau nilai dalam ujian ini, namun nilai keberhasilannya akan tampak pada anak hasil didikannya.

Seorang pelajar juga menghadapi ujian, dengan materi-materi yang telah diajarkan di satuan pendidikannya masing-masing. Dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan anak dalam meyerap materi yang telah diajarkan. Dan karena ujian itu adalah proses penilaian kemampuan diri, maka kejujuran adalah hal yang harus diutamakan, sehingga akan diketahui benar-benar kemampuan dirinya masing-masing.

Jabatan juga merupakan sebuah ujian bagi orang yang mendudukinya. Sejauh mana tanggung jawabnya dalam mengemban amanat yang telah diberikan kepadanya, karena jabatan itu sendiri sebenarnya merupakan sebuah amanat. Yang mana didalamnya sangat banyak sekali kriteria ketuntasan yang harus dicapainya sesuai dengan besarnya tanggung jawab tersebut. Disini juga kejujuran yang menjadi faktor keberhasilan dalam mengemban amant tersebut.

Dengan kata lain, dalam sebuah kehidupan akan selalu ada ujian yang harus dihadapi oleh setiap orang. Baik secara langsung mapun tidak langsung. Karena untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan, seorang harus melalui sebuah ujian. Dan kejujuran merupakan kunci utama dalam meraih kesuksesan tersebut. Dan jika ada anak yang mendapat nilai yang tidak diharapkan dalam menempuh ujian sekolah bukan berarti dia telah gagal selama dilakukan dengan sebuah kejujuran. karena pada hakekatnya dia telah sukses dalam mengendalikan diri untuk tidak berbuat curang dalam ujian tersebut. Padahal dalam berbuat curang dalam sebuah ujian sama juga membohongi diri sendiri, meskipun tidak ada orang yang tahu tapi ada Yang Maha Mengetahui. Inilah yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kelak di kehidupan selanjutnya.


Dan tidak ada istilah gagal dalam sebuah proses pembelajaran, yang ada kegagalan yang tertunda, selama ada usaha untuk memperbaikinya.

Subscribe in a reader